Berasal dari Kota Bandung, Bechips adalah UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Barat yang memproduksi keripik berbahan perikanan dan pertanian.
Selama ini, produk Bechips telah dipasarkan melalui distribusi B2B di berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara.

Pada 2025, Bechips menorehkan prestasi baru dengan mengekspor secara mandiri ke Jepang melalui buyer Sariraya Ltd.
Pelepasan ekspor 770 karton senilai USD 14.851 dilakukan di Msquare Apartment Business Area, Cibaduyut, Kota Bandung, dihadiri pejabat tinggi dari Kementerian dan Bank Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan.
CV Bechips Indonesia mendapatkan dukungan teknis dari Bank Indonesia, termasuk pelatihan pengelolaan toko online, pencatatan keuangan sistematis melalui aplikasi SIAPIK, fasilitasi jangkauan pembeli internasional melalui Indonesia SME Hub, serta pemahaman regulasi ekspor dan standar kualitas negara tujuan.
Berbagai bimbingan ini memperkuat tekad pemilik Niko Saputra untuk terus meningkatkan kualitas produk camilan khas Indonesia agar diterima konsumen lokal maupun global.
Sejak berdiri pada 2015 sebagai usaha kecil ritel, Bechips berkembang menjadi produsen camilan inovatif berbasis hasil pertanian dan perikanan lokal pada 2018.
Produk unggulannya mencakup keripik pisang, talas, tempe, hingga keripik ikan khas Jawa Barat.
Dengan pengolahan modern, bahan baku lokal berkualitas, dan inovasi rasa, Bechips berhasil menembus pasar domestik dan memperluas jangkauan internasional ke negara seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, Australia, Belanda, dan Belgia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor Bechips ke Jepang, dan mendorong UMKM lain untuk mengikuti jejak yang sama melalui pelatihan Export Coaching Program.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menekankan pentingnya ekspor untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal, sejalan dengan program Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor.
Keberhasilan Bechips diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, kuantitas, kontinuitas, kemasan, serta standarisasi dan sertifikasi produk, sehingga mampu bersaing di pasar internasional.
Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan kementerian terkait akan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekspor nasional yang ditargetkan naik sekitar 7% pada 2025. **








