Menu ✖

Otomatis

Entertainment

Cetak Sejarah di F1 GP Meksiko, Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia Termuda Sepanjang Masa

badge-check

Kimi Antonelli - AP Photo/Luca Bruno Perbesar

Kimi Antonelli - AP Photo/Luca Bruno

Pembalap tim Mercedes, Kimi Antonelli, mengunci gelar juara dunia Formula 1 musim ini usai meraih podium ketiga di Grand Prix Mexico City pada hari Minggu. Antonelli, yang baru berusia 20 tahun, resmi memecahkan rekor sebagai juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah, melampaui rekor Sebastian Vettel (23 tahun) yang bertahan sejak 2010.

Antonelli melepaskan kegembiraannya saat melintasi garis finis di belakang pemenang balapan Max Verstappen dan runner-up Lewis Hamilton.

“Kita berhasil, kita berhasil! Semua emosi bercampur aduk. Saya masih berusaha menyadari dan memahami apa yang baru saja terjadi. Ketika Anda bekerja begitu keras dan akhirnya mencapainya, ini benar-benar istimewa,” ungkap Antonelli yang didampingi keluarga tercintanya.

Pembalap asal Italia ini mengamankan takhta juara saat musim masih menyisakan empat seri tersisa. Ia memimpin klasemen dengan keunggulan poin yang tak lagi bisa dikejar oleh George Russell maupun Lewis Hamilton. Pencapaian ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar Italia di F1 sejak Alberto Ascari pada 1953.

Seri GP Meksiko diwarnai oleh insiden bendera merah (red flag) pada lap ke-46 setelah Valtteri Bottas (Cadillac) mengalami kegagalan suspensi hingga menabrak dinding di Tikungan 1. Bottas dilaporkan selamat tanpa cedera berat setelah menjalani pemeriksaan medis pencegahan.

Saat balapan dilanjutkan kembali, Max Verstappen dari Red Bull Racing tampil dominan dan mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis, menandai kemenangan keenamnya di Mexico City.

“Grand Prix ‘Max-ico’ mungkin nama yang cocok untuk acara ini,” gurau Verstappen. “Saya tidak tahu mengapa selalu menang di sini selama enam tahun, semuanya selalu berjalan lancar bagi saya.”

Balapan di Mexico City diwarnai perselisihan sengit di internal tim Ferrari antara Lewis Hamilton dan Charles Leclerc:

Insiden Lap 4: Hamilton yang memulai balapan dari pole position kehilangan posisi terdepan saat berduel dengan Leclerc. Hamilton terdorong keluar jalur dan turun ke posisi ketiga.

Kontroversi Penalti 5 Detik: Steward menjatuhkan penalti lima detik kepada Leclerc. Namun, Hamilton tetap melayangkan kritik tajam karena menilai penalti tersebut tidak adil dan merugikan posisinya.

Kekecewaan Hamilton: “Steward pada dasarnya memberikan kemenangan ini kepada Charles. Seharusnya ia mengembalikan posisi tersebut kepada saya. Kami kehilangan poin berharga untuk mengamankan finis 1-2 hari ini,” ujar Hamilton dengan nada frustrasi. Leclerc sendiri bergeming bahwa ia berniat mengembalikan posisi tersebut, tetapi posisi Verstappen di antara mereka menyulitkan manuver.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, memberikan penghormatan tinggi atas sejarah baru yang ditulis oleh Antonelli untuk dunia balap internasional:

“Selama 73 tahun, Italia menunggu momen ini. Babak baru dalam sejarah Formula 1 telah ditulis, dan ini hanyalah awal dari warisan luar biasa yang akan ia bangun,” tutur Domenicali.

Pasca-Meksiko, sirkuit F1 berikutnya akan menuju ke Brasil dan Las Vegas. Kendati demikian, pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa pelaksanaan dua seri terakhir di Qatar dan Abu Dhabi masih belum pasti menyusul meningkatnya ketidakstabilan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Demikian dilansir Associated Press. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Diplomasi Lapangan Hijau: Marco Rubio Jamu Para Diplomat G20 di Pertandingan College Football

3 Nov 2026 - 06:27 WIB

Diplomasi Lapangan Hijau: Marco Rubio Jamu Para Diplomat G20 di Pertandingan College Football

Bernostalgia ke Masa Audisi 2010, Harry Styles Replikasi Penampilan Ikoniknya di Konser Halloween MSG

1 Nov 2026 - 09:17 WIB

Bernostalgia ke Masa Audisi 2010, Harry Styles Replikasi Penampilan Ikoniknya di Konser Halloween MSG

Rekonstruksi Skuad Brasil, Carlo Ancelotti Andalkan Wajah Muda untuk Tur Asia Hadapi Jepang dan Singapura

30 Oct 2026 - 17:21 WIB

Rekonstruksi Skuad Brasil, Carlo Ancelotti Andalkan Wajah Muda untuk Tur Asia Hadapi Jepang dan Singapura

Dokumenter “Linkin Park: Unshatter” Ungkap Perjalanan Emosional dan Risiko Kreatif Hadirnya Emily Armstrong

14 Oct 2026 - 13:38 WIB

Dokumenter “Linkin Park: Unshatter” Ungkap Perjalanan Emosional dan Risiko Kreatif Hadirnya Emily Armstrong
Trending on Entertainment