Menu ✖

Otomatis

News

Dilema Industri Drone Ukraina: Perkasa di Medan Perang, Namun Rentan Terjepit Ketergantungan Komponen China

badge-check

Drone Ukraina - AP Photo/Efrem Lukatsky Perbesar

Drone Ukraina - AP Photo/Efrem Lukatsky

Inovasi drone militer telah membawa Ukraina menjadi pionir dalam taktik peperangan modern. Penggunaan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) secara masif terbukti efektif menahan laju pasukan musuh yang memiliki kekuatan jauh lebih besar.

Namun di balik lompatan teknologi tersebut, industri pertahanan Ukraina menyimpan kerentanan krusial: ketergantungan masif pada pasokan komponen elektronik buatan China, mitra strategis Rusia.

Kekhawatiran terbesar Kyiv adalah potensi Beijing membatasi atau menghentikan pasokan komponen secara mendadak, atau memberikan prioritas akses bahan baku pertahanan kepada industri militer Rusia.

“Jika China mendadak menghentikan produksi untuk kami, kami akan ‘buta’. Ini adalah bagian yang paling menakutkan,” ungkap Andrii Taganskyi, eksekutif di Odd Systems, produsen drone asal Ukraina.

Langkah Lokalisasi dan Rantai Pasok Pihak Ketiga

Sejak dua tahun terakhir, Ukraina berupaya keras melepaskan diri dari rantai pasok Negeri Tirai Bambu. Pemerintah dan manufaktur lokal mengalihkan opsi impor komponen seperti motor listrik dan pengontrol penerbangan (flight controller) ke Taiwan, Eropa, hingga Amerika Serikat, sekaligus memacu kapasitas produksi dalam negeri.

Upaya ini menunjukkan hasil signifikan:

Penurunan Impor Langsung: Data Bea Cukai Ukraina mencatat bahwa pada awal 2024, hampir 90% suku cadang drone impor didatangkan langsung dari China. Pada delapan bulan pertama tahun 2026, angka tersebut ditekan hingga menjadi 28%.

Peningkatan Komponen Lokal: Produsen drone serang Vyriy mencatat bahwa tiga tahun lalu, 90% komponennya berasal dari China. Saat ini, sekitar 70%–80% komponen sudah diproduksi di dalam negeri.

Keunggulan Adaptasi Medan Perang: Drone buatan lokal memungkinkan modifikasi desain dalam hitungan hari sesuai kebutuhan mendesak di garis depan, berbeda dengan rantai pasok luar negeri yang memakan waktu berbulan-bulan.

Meski demikian, analis menilai penurunan statistik tersebut belum sepenuhnya murni. Sebagian besar pasokan komponen China diperkirakan tetap masuk ke Ukraina melalui perantara negara ketiga, seperti Polandia dan Republik Ceko, untuk menghindari pengetatan kontrol ekspor dari Beijing.

Realitas Biaya dan Simalakama Kamera Termal

Pelepasan ketergantungan secara total dari China diakui sangat sulit terwujud dalam waktu dekat akibat faktor biaya dan skala produksi yang tak tertandingi oleh negara mana pun:

  1. Lonjakan Biaya & Penurunan Produksi: Beralih sepenuhnya ke vendor Barat diperkirakan bakal meningkatkan biaya produksi hingga 60% dan memangkas volume output drone dengan persentase yang sama.

  2. Keterbatasan Bahan Baku dan Kapasitas: Komponen kunci seperti magnet, motor, sel baterai, hingga sensor inframerah dan lensa berbahan dasar germanium masih didominasi pabrikan China yang memproduksi dalam skala besar dengan harga murah.

  3. Kesenjangan Output Sekutu: Dalam kasus kamera termal, Ukraina diperkirakan membutuhkan hingga 4 juta sensor termal per tahun. Sementara itu, total kapasitas produksi Eropa hanya berada di kisaran 600.000 unit per tahun dan sebagian besar terserap untuk kebutuhan domestik mereka.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Beijing menegaskan sikapnya yang mengklaim mengambil pendekatan “bijaksana dan bertanggung jawab” atas ekspor militer serta menolak penggunaan drone sipil dalam medan pertempuran.

Namun bagi para produsen di Kyiv, keberadaan komponen China, meski hanya porsi kecil pada setiap unit drone, saat ini masih menjadi elemen penentu antara beroperasinya lini produksi atau terhentinya pasokan senjata di garis depan. Demikian dilansir dari Associated Press. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Kalahkan Ribuan Peserta, Tim BryotechAlpha dan I-SEUNG Sabet Gelar Juara Pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026

2 Nov 2026 - 22:53 WIB

Kalahkan Ribuan Peserta, Tim BryotechAlpha dan I-SEUNG Sabet Gelar Juara Pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026

PLN UID Jawa Barat Targetkan Sambungan Listrik Gratis untuk 2.710 Keluarga Prasejahtera Lewat Program Light Up The Dream

2 Nov 2026 - 13:00 WIB

PLN UID Jawa Barat Targetkan Sambungan Listrik Gratis untuk 2.710 Keluarga Prasejahtera Lewat Program Light Up The Dream

Pekan Sepak Bola Eropa: Bayern Dortmund Berbagi Angka, Milan Menangi Derby della Madonnina

1 Nov 2026 - 09:05 WIB

Pekan Sepak Bola Eropa: Bayern Dortmund Berbagi Angka, Milan Menangi Derby della Madonnina

Balas Dendam Sempurna, Brighton Bungkam Pemimpin Klasemen Manchester City 1-0

31 Oct 2026 - 18:06 WIB

Balas Dendam Sempurna, Brighton Bungkam Pemimpin Klasemen Manchester City 1-0

Kisah Haru Warga Cisarua Akhirnya Nikmati Meteran Listrik Mandiri Lewat Program PLN

29 Oct 2026 - 13:00 WIB

Kisah Haru Warga Cisarua Akhirnya Nikmati Meteran Listrik Mandiri Lewat Program PLN
Trending on News