Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy incinerator) di kawasan pesisir Pelabuhan Portland, Dorset, terus memanas. Puluhan aktivis yang tergabung dalam gerakan Stop Portland Incinerator Campaign (SPIC) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang pelabuhan dengan membentangkan spanduk penolakan serta menyuarakan tuntutan kelestarian lingkungan.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan penolakan serentak secara global yang dikoordinasikan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA). Gerakan ini melibatkan jaringan kelompok pecinta lingkungan dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Brasil, Zimbabwe, hingga Kanada.

GAIA Terbitkan “Burn Book” dan Desak Penghentian Polusi Sampah
Dalam pekan aksi global ini, GAIA meluncurkan laporan bertajuk “Burn Book” yang menyoroti 20 fasilitas insinerator di seluruh dunia beserta analisis dampaknya terhadap beban finansial, krisis iklim, dan ancaman kesehatan masyarakat.
Perwakilan SPIC, Etienne Scott dan MJ Saunders, menegaskan bahwa perlawanan tingkat lokal di Portland kini semakin solid berkat dukungan solidaritas internasional.
“Pembakaran sampah mengubah sumber daya berharga menjadi emisi polusi yang berdampak buruk pada kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Kami tidak hanya menolak insinerator di Portland, tetapi di mana pun di muka bumi. Solusi sejati adalah mencegah timbulan sampah langsung dari sumbernya,” tegas MJ Saunders.
Sikap Pengembang dan Keputusan Izin Lingkungan
Di sisi lain, proyek pembakaran sampah yang dikembangkan oleh Powerfuel Portland direncanakan beroperasi pada tahun 2030 dengan kapasitas pengolahan hingga 202.000 ton limbah per tahun, yang diproyeksikan mampu menyuplai energi listrik bagi sekitar 30.000 rumah.
Meskipun izin perencanaan sempat ditolak oleh Dewan Dorset, proyek ini akhirnya mendapat persetujuan pemerintah pusat pada 2024 setelah melalui proses banding. Gugatan hukum yang diajukan para aktivis di Pengadilan Tinggi pun resmi ditolak pada 2025.
Baru-baru ini, Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency) menerbitkan revisi izin yang membolehkan fasilitas tersebut membakar lebih banyak kategori limbah sisa.
“Laporan teknis independen mengonfirmasi bahwa proyek ini aman serta bertanggung jawab secara lingkungan. Fasilitas ini hadir untuk membantu wilayah Dorset mengelola volume sampah sisanya secara mandiri sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” jelas Direktur Powerfuel Portland, Giles Frampton, sembari mengimbau masyarakat untuk meninjau dokumen teknis proyek secara objektif. Demikian dilansir dari BBC. ***




















